ANALISIS PLATFORM KOMUNIKASI DIGITAL DAN MONETISASI
ANALISIS PLATFORM INSTAGRAM DAN MONETISASINYA
UTS Komunikasi Digital
Dede Riris Novitabilah
Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Pancasila
Email: derisnvt@gmail.com
Dosen pengampu: Dian Nurdiansyah, M.I.Kom
Proses Penggunaan Platform
Berikut adalah langkah-langkah untuk memulai menggunakan Instagram:
Pastikan anda sudah mengunduh aplikasi Instagram di App Store atau Google play dan anda setidaknya sudah berumur 13 tahun untuk membuat akun Instagram.
Setelah berhasil terinstal, buka aplikasi Instagram dengan mengetuk ikon Instagram.
Pilih opsi “Buat Akun Baru” dan masukkan alamat email atau nomor ponsel anda. kemudian lanjutkan dengan mengetuk “Berikutnya”. Pastikan alamat email yang anda masukkan benar dan hanya anda yang dapat mengaksesnya.
Masukkan kode konfirmasi yang dikirimkan ke alamat email atau nomor ponsel anda, lalu lanjutkan dengan mengetuk “Berikutnya”.
Buatlah kata sandi untuk akun anda, lalu lanjutkan dengan mengetuk “Berikutnya”. Pastikan kata sandi anda minimal harus 6 karakter dan harus mencangkup kombinasi angka, huruf, dan karakter khusus (!$@%) untuk meningkatkan tingkat keamanan akun anda.
Masukkan tanggal lahir anda dan lanjutkan dengan mengetuk “Berikutnya”. Pastikan menggunakan tanggal lahir anda sendiri.
Tambahkan nama anda dan lanjutkan dengan mengetuk “Berikutnya”.
Buatlah nama pengguna yang belum pernah digunakan oleh pengguna lain, kemudian lanjutkan dengan mengetuk “Berikutnya”.
Bacalah ketentuan dan kebijakan Instagram, lalu jika setuju dengan ketentuan tersebut, lanjutkan dengan mengetuk “Saya Setuju” untuk membuat akun anda.
Tambahkan foto profil dengan memilih foto yang ingin anda gunakan, kemudian lanjutkan dengan mengetuk “Berikutnya”. Jika anda ingin menambahkan foto profil nanti, anda bisa memilih opsi “Lewati”.
Jika anda ingin membagikan foto profil anda sebagai postingan pertama, matikan tombol switch off, kemudian lanjutkan dengan mengetuk “Selesai”.
Profil dan Bio
Profil dan bio di Instagram berguna untuk menampilkan identitas dan pesan kepada pengikut anda. Profil mencangkup foto profil, nama pengguna, jumlah pengikut, dan jumlah yang diikuti. Sementara bio untuk memberikan informasi/deskripsi singkat tentang pemilik akun.
Unggah foto dan video di feed
Fitur unggah foto dan video dalam feed akun anda di Instagram memungkinkan pengguna untuk berbagi momen secara cepat dan langsung, dengan mengetuk “+” di bagian bawah layar, memilih foto atau video yang ingin diunggah, kemudian menambahkan keterangan dan hashtag sebelum membagikannya kepada pengikut anda.
Fitur Instagram Stories
Memungkinkan pengguna untuk berbagi foto atau video yang akan hilang dalam waktu 24 jam setelah diunggah. Pengguna dapat mengakses fitur ini dengan menggeser layar ke kiri dari beranda atau mengetuk “+” di pojok kiri atas profil anda. Dalam fitur ini terdapat fitur-fitur lainnya yaitu menambahkan teks, stiker, filter, boomerang, musik, quiz, polling, location, link, mention, questions, dan lain-lain.
Fitur reels
Fitur yang memungkinkan pengguna untuk membuat video berdurasi 15 detik hingga 90 detik. Anda dapat mengakses fitur ini dengan mengetuk “+” lalu ketuk “Reel” kemudian anda bisa merekam video langsung atau melalui galeri, menambahkan musik, teks, stiker, atau efek, dan membagikannya kepada pengikut anda.
Caption
Fitur caption memungkinkan anda untuk menambahkan teks atau keterangan pada postingan. Caption dapat digunakan untuk menyampaikan pesan, menceritakan sebuah cerita, menambahkan konteks, dan mengekspresikan pemikiran terkait foto atau video yang dibagikan. Dari sebuah caption, dapat menarik perhatian pengikut mereka, meningkatkan interaksi pada konten yang dibagikan.
Komentar
Fitur komentar memungkinkan anda untuk berinteraksi dengan pengguna lainnya di konten yang dibagikan oleh pengguna. Pengguna juga bisa mention (@) pengguna lain di kolom komentar. Instagram menghadirkan juga fitur likes dalam komentar yang dapat diartikan anda setuju dengan pendapat pengguna lain, dan fitur gif dalam kolom komentar membuat interaksi antar pengguna menjadi seru dan asik, karena fitur ini bisa menambahkan unsur humor, suasana santai dan tentunya menghibur. Anda dapat mengakses fitur ini dengan mengetuk kolom komentar dan mengetuk “GIF”
Hashtag
Fitur hashtag (#) memungkinkan pengguna untuk mengkategorikan atau memilah konten mereka sehingga lebih mudah ditemukan oleh orang lain yang tertarik pada topik yang sama. Ketika pengguna menambahkan tanda hashtag (#) di depan suatu kata atau kalimat di postingan mereka, itu menjadi sebuah hashtag.
Like
Fitur like memungkinkan pengguna untuk mengekspresikan apresiasi atau ketertarikan terhadap konten yang dibagikan pengguna lain. Dengan menekan tombol like di bawah sebuah foto atau video, pengguna berarti bisa setuju, mengapresiasi, atau menyukai konten tersebut. Fitur ini juga bisa mengukur popularitas dengan menampilkan jumlah likes, jika tidak ingin menampilkan sudah berapa banyaknya likes, bisa disembunyikan dan hanya bisa diakses oleh pengguna konten tersebut, dengan mengetuk “...” di atas foto atau video konten lalu ketuk “Turn off commenting”.
Direct Message (DM)
Memungkinkan pengguna untuk mengirim pesan langsung kepada pengguna lain. Pengguna dapat mengirim pesan teks, foto, video, sticker, GIF, emoji, konten-konten pengguna lain, dan bahkan pesan suara secara langsung kepada pengguna lain. Obrolan pribadi hanya mereka para pengguna yang dapat melihat pesan tersebut, terkecuali akun anda bukan hanya anda yang pegang. Pengguna juga dapat membuat grup chat dengan beberapa pengguna lain. Instagram menghadirkan fitur lainnya seperti mode disappear yaitu pesan yang menghilang setelah dibaca, fitur Reactions dalam bubble chat, dan tampilan Theme yang hanya disediakan oleh Instagram.
Geotagging
Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menambahkan lokasi di mana foto atau video tersebut diambil. Saat mengunggah konten, pengguna dapat mencari lokasi yang disediakan oleh instagram untuk menandai di mana foto atau video tersebut diambil dengan membagikan momen-momen yang terkait dengan lokasi tersebut, seperti sebuah acara, tempat bermain, atau pemandangan alam. Memungkinkan pengguna lain mengetahui, melihat tempat tersebut, dan menjelajahi lokasi tersebut dengan berbagai konten-konten pengguna lain yang terkait lokasi tersebut.
Story Archive
Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menyimpan stories yang telah hilang dalam waktu 24 jam. Fitur ini otomatis disimpan ke dalam arsip pengguna, dan hanya bisa diakses oleh pengguna tersebut. Dengan fitur ini membuat pengguna menyimpan kenangannya di instagram stories tanpa harus menyimpannya secara manual. Pengguna juga dapat mengakses kembali story-story tersebut kapan saja untuk melihatnya kembali dan bisa juga membagikannya kembali ke dalam story atau feed mereka.
Kemudahan akses dan antarmuka pengguna (user interface) dari platform Instagram. Apakah platform Instagram ramah pengguna bagi semua kalsifikasi usia dan tingkat keahlian teknologi?
Platform Instagram memiliki fitur-fitur yang sederhana dan mudah dipahami sehingga mudah diakses. Meskipun Instagram dirancang mudah untuk digunakan, keamanan dan privasi tetap harus diperhatikan, terutama untuk pengguna yang usianya lebih muda. Oleh karena itu menurut saya sebaiknya perlu peran orang tua yang harus membimbing anak-anaknya dalam penggunaan platform Instagram, agar anak-anak memahami cara menggunakan platform Instagram dengan aman. Instagram sendiri juga sudah membatasi untuk anak yang belum berumur 13 tahun untuk tidak memakai platform Instagram. Mengutip dari berita Kominfo, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, menyetujui pernyataan Presiden Jokowi untuk mencegah anak-anak di bawah 13 tahun dari memiliki akun media sosial guna menghindari pengaruh negatif dari konten yang tersebar luas. Rudiantara (2017) menyebutkan “Jadi begini, mungkin untuk menghindari pengaruh negatif dari media sosial sampai dengan umur 13 tahun, tidak usah punya akun media sosial.”
Jadi, Instagram bisa dianggap sebagai platform yang ramah untuk pengguna dari umur 13 tahun keatas dengan tingkat keahlian teknologinya. Perlu diingat bahwa para pengguna harus tetap waspada terhadap privasi, keamanan, dan pintar-pintar memilah konten-konten lainnya yang bisa terpapar kepada pengguna dalam platform Instagram ini. Itulah mengapa perlunya bimbingan dari orang tua agar sang anak paham konten mana yang tidak baik dan baik. Untuk usia yang sudah legal atau dewasa yang berumur 17 tahun keatas dapat memilah konten untuk dirinya sendiri karena sudah dapat bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan perbuatannya, karena pemahamannya sudah lebih baik dalam berinteraksi secara online, memahami risiko dalam menggunakan media sosial, dan bisa mengelola privasi dan keamanan akun mereka sendiri dengan lebih baik dibandingkan usia yang belum disebut dewasa.
II. Fitur Monetisasi
Monetisasi di Instagram untuk menghasilkan pendapatan dari platform tersebut. Ada berbagai cara seperti kerja sama dengan brand/merek untuk endorsement atau sponsorship, menjual produk atau layanan, berafiliasi, atau melalui fitur-fitur seperti Instagram Shopping, Instagram ads, dan Subscription (langganan). Kreator atau Influencer dan bisnisnya bisa memanfaatkan strategi monetisasi untuk menghasilkan pendapatan mereka sendiri dari konten yang mereka buat atau bagikan dengan memakai privilege (hak istimewa) yang mereka miliki di Instagram.
Berikut adalah fitur-fitur monetisasi yang dapat ditawarkan oleh Instagram:
Fitur Instagram Shopping
Fitur ini memungkinkan suatu bisni untuk menjual produk secara langsung melalui instagram. Pengguna/brand/penjual bisa menandai produk dalam postingan dan stories mereka, sehingga pengikut dapat menyimpan produk tersebut dan masukkan produk ke dalam “cart” (keranjang) atau langsung membeli produk tersebut tanpa meninggalkan aplikasi. Pengguna dapat memanfaatkannya dengan menjual produk mereka sendiri.
Fitur Instagram Ads
Instagram sendiri juga menyediakan berbagai jenis iklan yang berbayar untuk membantu bisnis dengan meningkatkan marketing suatu produk atau layanan dan penjualan. Pengguna dapat memanfaatkannya dengan membuat promosi iklan yang ditargetkan kepada khalayak dalam algoritma dari Instagram ke pengguna khalayak sendiri. Dengan biaya iklan tersebut, pengguna dapat memperluas jangkauan konten mereka dan meningkatkan pendapatannya.
Fitur Subscription
Fitur subscription di Instagram memungkinkan pengguna untuk menawarkan konten berlangganan kepada pengikut mereka dengan biaya bulanan. Dengan menggunakan fitur ini, pengguna dapat membuat konten eksklusif yang hanya dapat diakses oleh pengikut yang membayar langganan bulanan, dan bisa batalkan kapan saja. Pengguna menawarkan mengakses cerita/stories eksklusif, konten di belakang layar, konsultasi pribadi, konten yang dapat di download, mendapat lencana/badge pelanggan, mendapatkan social and broadcast channel, dan tawaran lainnya.
Berikut adalah cara pengguna, kreator atau Influencer dalam memanfaatkan fitur-fitur di Instagram:
Sponsorship atau Endorsement
Influencer dapat bekerja sama dengan suatu merek/brand untuk mempromosikan produk atau layanan mereka kepada pengikut mereka. Para influencer biasanya dibayar dalam bentuk uang atau produk gratis untuk membuat suatu konten dalam postingan feed, reels, ataupun stories yang memasukkan produk atau layanan tersebut.
Penjualan Produk atau layanan
Jika influencer memiliki produk atau layanan mereka sendiri, mereka dapat memanfaatkan Instagram untuk memasarkannya kepada pengikut mereka. Para influencer dapat menggunakan fitur Instagram Shopping atau menautkan link e-commerce di profil mereka untuk menjual produk atau mempromosikan layanan mereka melalui postingan feed, stories, reels, ataupun siaran langsung.
Afiliasi
Influencer dapat bekerja sama dengan suatu brand atau perusahaan untuk mempromosikan produk atau layanan mereka kepada pengikut pengguna. Pengguna biasanya mendapatkan komisi ketika pengikut mereka membeli produk atau layanan yang direkomendasi oleh pengguna melalui tautan afiliasi. Dengan begini Influencer menghasilkan pendapatan tambahan di Instagram.
Berikut adalah persyaratan yang harus dipenuhi pengguna untuk memanfaatkan fitur monetisasi:
Pengguna berusia 18 tahun ke atas.
Akun pengguna beralih ke akun kreator atau bisnis.
Pengguna perlu memiliki minimal 10.000 ribu pengikut.
Pengguna mematuhi kebijakan monetisasi Instagram.
III. Studi Kasus
Saya memilih satu contoh nyata pengguna individu yang berhasil memanfaatkan platform komunikasi digital untuk monetisasi. Narasumber saya untuk analisis platform Instagram dan monetisasinya ini adalah Jessica Noviena, seorang content creator berusia 27 tahun yang berasal dari Jakarta Pusat. Jessica Noviena memiliki lebih dari 20,9 ribu pengikut di Instagram, yang sudah menjadi pengguna platform Instagram selama 2 tahun. Dimana ia secara konsisten berbagi ide tentang mix and match dalam dunia fashion. Reels dengan views terbanyak pada akun Jessica Noviena adalah 1,8 Juta.
Jessica Noviena (2024) “I've loved fashion since middle school & spent a lot of time following OG fashion bloggers like Manrepeller, Song of Style, Purseblog, etc. But up until recently, I've never thought of fashion as a viable career option! & my degree is in political science (International Relations major).” mengatakan dalam Instagram Stories nya.
Kami berdiskusi melalui DM Instagram dan Jessica Noviena menjelaskan strategi yang digunakan dan bagaimana mengoptimalkan fitur-fitur dalam platform Instagram untuk mendukung tujuan tersebut.
Jessica Noviena (2024) mengatakan “Konsisten dan mencoba berbagai format konten to see what sticks, semacam AB testing gitu. Untuk mengoptimalkan fitur-fiturnya dengan endorsement, karena aku tidak under management alias pribadi, jadi sifatnya menunggu tawaran datang. Untuk brand-brand yang pernah endorse aku mostly fashion brands, baik lokal dan internasional. Untuk pendapatanya aku bisa kasih benchmark pendapatan dari sosial media itu di atas UMR.”
Kami berdiskusi tentang tantangan apa saja yang Jessica Noviena hadapi dalam proses monetisasi dan ini lah bagaimana cara Jessica mengatasinya:
Jessica Noviena (2024) mengungkapkan pendapatnya yaitu “Jadi tantangannya adalah membuat konten yang menarik dengan performance bagus sehingga bisa menarik brand secara organik.”
IV. Dampak Sosial dan Etika
Dampak sosial dari monetisasi di platform Instagram dengan bagaimana hal ini memengaruhi cara pengguna memandang dan menggunakan platform Instagram yaitu:
Adanya perubahan persepsi terhadap konten. Dengan monetisasi, pengguna bisa mengubah persepsinya terhadap konten yang mereka lihat di Instagram. Sehingga yang sebelumnya konten tersebut dianggap sebagai kreativitas dalam mengolah konten, sekarang pengguna bisa menganggap adanya iklan tersembunyi atau promosi yang dipaksakan.
Menganggap Instagram menjadi terlalu komersial. Dengan banyaknya konten yang berfokus pada penjualan produk atau layanan, ini dapat mengurangi sebuah interaksi antar pengguna. Pengguna mungkin merasa menjadi kurang terhubung dengan konten atau pengguna lainnya jika mereka selalu dipaparkan oleh iklan atau promosi, sehingga pengguna pun menjadi terganggu dengan iklan yang terlalu banyak.
Hilangnya kepercayaan pengguna. Pengguna seperti kreator dan lainnya bisa saja menggunakan trik-trik seperti membeli pengikut, membeli buzzer untuk sebuah testimoni produknya sehingga para pengguna lain percaya dengan suatu produk atau jasa, atau menggunakan strategi lainnya yang kurang jujur untuk membuat diri mereka populer atau berpengaruh. Membuat pengguna merasa ragu terhadap suatu kreator, influencer, maupun brand tentang seberapa jujur mereka terhadap konten yang pengguna lihat di platform Instagram.
Saya berdiskusi dengan narasumber saya yaitu Jessica Noviena tentang aspek etis dari monetisasi di platform Instagram. Apakah ada potensi masalah etis dalam memonetisasi Instagram yang ia pakai dan bagaimana platform Instagram mengtasi masalah tersebut. Tetapi karena Jessica Noviena memanfaatkan monetisasi di Instagram dengan endorsement, jadinya ia mengatasinya sendiri, ia mengatakan:
Jessica (2024) “Potensinya ada, tapi so far untungnya belum terjadi sih. Mengatasinya mungkin dengan buat terms & condition. Kalo aku biasanya buat terms of paymentnya in advance sebelum post, cuma ini kembali lagi ke diskusi dengan brandnya.”
Referensi:
Antasari, Citra & Renystiyah Dwi Pratiwi. (2022). Pemanfaatan Fitur Instagram Sebagai Sarana Komunikasi Pemasaran Kedai Babakkeroyokan Di Kota Palu. Palu: Universitas Tadulako.
Islami, Nur. (25 juli 2017). Penggunaan Media Sosial Untuk Anak-anak Harus Dibatasi. Kominfo. https://www.kominfo.go.id/content/detail/10174/penggunaan-media-sosial-untuk-anak-anak-harus-dibatasi/0/sorotan_media
Komentar
Posting Komentar